Pegadaian Dorong Warga Natuna Makin Cerdas Kelola Keuangan

Ribuan warga mengikuti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di Ranai. Pegadaian dan OJK mendorong masyarakat Natuna tidak hanya semakin inklusif terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.

NASIONAL264 Dilihat
banner 468x60

Batam- Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memadati kawasan Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026).

Mereka mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dirangkaikan dengan senam sehat bersama. Kegiatan tersebut digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian (Persero) sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah perbatasan.

banner 336x280

Kegiatan mengangkat tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan.”

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, antara lain Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Natuna.

Literasi Keuangan Tak Sekadar Menggunakan Produk Keuangan

Head Area PT Pegadaian (Persero) Kepulauan Riau, Aris Suroso, mengatakan kegiatan Gencarkan menjadi bagian dari komitmen Pegadaian untuk ikut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.

Menurut dia, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pendapatan secara bijak, terlepas dari besar kecilnya penghasilan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengelola keuangan secara sehat,” ujar Aris.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang dilakukan secara disiplin dapat menjadi fondasi untuk membangun kondisi finansial masyarakat yang lebih kuat.

“Berapa pun pendapatan yang dimiliki, apabila dikelola dengan baik dan bijak, dapat menjadi langkah awal untuk membangun kondisi finansial yang lebih kuat,” katanya.

Aris juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, OJK, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

23.000 Nasabah Pegadaian di Natuna dan Anambas

Pegadaian Area Batam yang membawahi wilayah kerja Natuna dan Kepulauan Anambas saat ini memiliki basis nasabah sekitar 23.000 orang.

Angka tersebut menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus menjadi gambaran kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian sebagai salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan finansial.

Bagi Pegadaian, kondisi tersebut juga menjadi momentum untuk terus memperluas edukasi agar masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi memahami cara menggunakannya sesuai kebutuhan.

Edukasi menjadi penting karena semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan belum otomatis berarti semakin tinggi tingkat pemahaman mereka terhadap produk yang digunakan.

Kenalkan Tabungan Emas Lewat Layanan Digital

Dalam kegiatan Gencarkan di Natuna, Pegadaian turut memperkenalkan produk Tabungan Emas.

Layanan tersebut dapat diakses secara digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk mulai berinvestasi emas dengan nominal yang lebih terjangkau.

Aris mengatakan Tabungan Emas menjadi salah satu layanan yang diperkenalkan agar masyarakat semakin mengenal alternatif dalam merencanakan keuangan.

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal berbagai layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk Tabungan Emas,” kata Aris.

Menurut dia, dukungan teknologi digital juga membuat akses terhadap layanan Pegadaian semakin mudah dan praktis.

Dengan akses tersebut, masyarakat diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih terencana.

Inklusi Keuangan Kepri Capai 98,43 Persen

Sementara itu, perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Riau, Roy Aditia Perangin Angin, menekankan bahwa konsep masyarakat sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.

Menurut Roy, kesehatan finansial juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks inklusi keuangan masyarakat dewasa di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen.

Sementara itu, indeks literasi keuangan masyarakat Kepri tercatat sebesar 78,29 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks literasi keuangan nasional yang berada di angka 69,57 persen.

Tingginya angka inklusi menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan.

Namun, menurut Roy, peningkatan akses tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi.

Masyarakat Harus Paham Manfaat dan Risiko

Roy mengatakan masyarakat yang telah memiliki akses terhadap layanan keuangan perlu memahami produk yang digunakan, termasuk manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya.

“Masyarakat yang cerdas secara finansial bukan hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, serta mengetahui hak dan kewajibannya sehingga dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” jelas Roy.

Karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi tantangan yang tidak kalah penting dibandingkan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun perencanaan keuangan, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Kolaborasi Pegadaian dan OJK Terus Diperkuat

Pegadaian menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi yang berkelanjutan sekaligus penyediaan produk dan layanan yang mudah diakses masyarakat.

Kegiatan Gencarkan di Natuna pun tidak hanya menjadi agenda edukasi keuangan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, Pegadaian berharap masyarakat Natuna semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat Natuna menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan memiliki perencanaan finansial yang lebih baik untuk masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *