BATAM – Upaya memperkuat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat terus dilakukan melalui pendekatan komunikasi sosial (komsos). Seperti yang dilakukan Babinsa 13 Kelurahan Tiban Baru, Koramil 02/Sekupang, Serka T. Siburian, yang turun langsung ke wilayah binaan untuk berinteraksi dengan warga, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB di Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam ini menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Serka Siburian berdialog langsung dengan sejumlah warga, di antaranya Julius, Alfon, dan Perdana. Interaksi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyerap aspirasi masyarakat serta mendeteksi potensi persoalan sejak dini.
Menurut Serka Siburian, kegiatan komsos memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Kedekatan ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman serta memperkuat ketahanan lingkungan dari berbagai potensi gangguan.
“Melalui komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui kondisi nyata di lapangan, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, kesehatan dan kekuatan yang dimiliki masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial.
Serka Siburian menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja juga perlu terus ditingkatkan. Ia menilai, masih banyak masyarakat yang mengabaikan aspek tersebut, padahal risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Baik dalam pekerjaan kecil maupun besar, semua memiliki risiko yang perlu diantisipasi,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi antarwarga dalam menjaga stabilitas lingkungan. Menurutnya, potensi konflik sosial kerap muncul akibat kurangnya komunikasi, sehingga perlu adanya keterbukaan dan kebersamaan dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Babinsa, kata dia, siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan aparat lainnya apabila dibutuhkan. “Kami selalu terbuka untuk menerima laporan atau keluhan warga. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan musyawarah jika komunikasi berjalan baik,” ujarnya.
Pengamat sosial di Batam menilai, pendekatan komsos yang dilakukan Babinsa merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput. Kehadiran aparat secara langsung di tengah warga dinilai mampu meningkatkan rasa aman sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya.
Selain itu, kegiatan semacam ini juga berkontribusi dalam membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Kegiatan komsos yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB tersebut berjalan lancar dalam suasana aman dan kondusif. Warga menyambut baik kehadiran Babinsa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, peran Babinsa tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan berdaya tahan.














