BATAM– Upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung sektor pariwisata terus dilakukan aparat teritorial di daerah. Salah satunya melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dilaksanakan Babinsa 06 Kelurahan Batu Selicin, Koramil 01/Lubuk Baja, Koptu K. Simbolon, di kawasan Nagoya Food Court, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.27 WIB itu menyasar salah satu pusat kuliner yang menjadi magnet wisata di Kota Batam. Nagoya Food Court dikenal luas sebagai destinasi favorit wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang datang untuk menikmati ragam kuliner serta suasana kawasan perkotaan yang dinamis.
Dalam kegiatan tersebut, Koptu Simbolon berdialog langsung dengan sejumlah pihak, di antaranya Ketua RW setempat Haw Bung dan Manager Operasional Nagoya Food Court, Asni. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan fokus pada pembahasan keamanan, kenyamanan, serta kesiapan kawasan dalam menerima kunjungan wisatawan.
Menurut Koptu Simbolon, keberadaan pusat keramaian seperti Nagoya Food Court memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah. Namun, tingginya aktivitas pengunjung juga memerlukan perhatian serius dalam aspek keamanan dan ketertiban.
“Destinasi seperti ini bukan hanya tempat usaha, tetapi juga wajah daerah di mata wisatawan. Karena itu, situasi yang aman dan nyaman harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang intensif antara aparat kewilayahan dan pengelola usaha menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas kawasan. Melalui komsos, berbagai potensi permasalahan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan.
Selain itu, Koptu Simbolon juga menyoroti pentingnya kesiapan pengelola dalam menghadapi lonjakan kunjungan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Menurut dia, pengelolaan yang baik tidak hanya mencakup pelayanan, tetapi juga aspek kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan.
Dalam diskusi tersebut, Babinsa mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh pengelola, tetapi juga oleh dukungan masyarakat sekitar. Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan dinilai berpengaruh besar terhadap kenyamanan pengunjung.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika wisatawan merasa aman dan nyaman, maka citra daerah akan meningkat, dan dampaknya kembali kepada masyarakat itu sendiri,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pengelola dan petugas keamanan setempat. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam mengantisipasi potensi gangguan, mulai dari persoalan ketertiban hingga situasi darurat yang tidak terduga.
Pengamat pariwisata lokal menilai, pendekatan komsos yang dilakukan Babinsa menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata. Kehadiran aparat di tengah aktivitas masyarakat dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan wisatawan terhadap destinasi yang dikunjungi.
Selain itu, pendekatan humanis yang dilakukan aparat juga memperkuat hubungan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, sehingga tercipta ekosistem pariwisata yang sehat dan berdaya saing.
Kegiatan komsos yang berlangsung hingga pukul 11.15 WIB tersebut berjalan dalam keadaan aman dan tertib. Diharapkan, pola komunikasi yang terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung Batam sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah perbatasan Indonesia.
Dengan peran aktif aparat teritorial dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kawasan wisata seperti Nagoya Food Court diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.













