Purajaya Dihancurkan, Harga Diri Melayu Di Injak – Injak

Batam, Berita, KEPRI303 Dilihat
banner 468x60

Detikinewsinfo.com] Polemik perobohan Hotel Purajaya di Nongsa, Batam, menuai sorotan luas. Bangunan yang selama ini menjadi simbol perjuangan keluarga Megat Rurry Afriansyah itu dirobohkan paksa tanpa disertai surat pengadilan. Aparat berada di lokasi, namun tak menghentikan jalannya eksekusi, padahal sengketa hukum masih bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Megat Rurry telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polda Kepri. Ia menyebut Megat JJ sebagai saksi kunci dan menuding ada keterlibatan mafia tanah dari luar daerah yang mendapat dukungan oknum aparat serta politisi. Bahkan, seorang Youtuber yang vokal mengkritisi kasus ini mengaku sempat ditawari suap agar bungkam, namun menolak.

banner 336x280

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri turut angkat suara. Mereka telah melayangkan surat kepada Presiden, Komisi III, dan Komisi VI DPR RI. Dalam surat tersebut, LAM menegaskan perobohan Purajaya sebagai bentuk kriminalisasi hukum dan kezaliman terhadap masyarakat Melayu. Namun hingga kini, belum ada respons dari Presiden.

Ironi mencuat ketika pada 17 Agustus lalu, Presiden Prabowo Subianto tampil di Istana Merdeka mengenakan busana adat Melayu lengkap dengan tanjak, sembari menyampaikan kebanggaannya terhadap Melayu. Di saat bersamaan, di Batam, simbol Melayu justru dihancurkan dan tokoh Melayu diperlakukan seolah tak berarti.

> “Melayu bukan lemah. Melayu bukan hilang. Melayu adalah akar bangsa Indonesia. Dan bangsa tanpa akar, akan tumbang,” tegas Megat Rurry.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *