Ruko Bermasalah, Buruh Bangunan Jatuh Dari Lantai 7 Hingga Meninggal di Batam

banner 468x60

Detikinewsinfo.com] Buruh bangunan berinisial H (52) asal NTB tewas secara tragis setelah terjatuh dari lantai 7 sebuah proyek rumah toko (ruko) di Blok B3 Nomor 18 Kawasan Pertokoan Palm Spring, Batam Center, Selasa (17/6/2025)

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat korban tengah menarik besi bangunan dari bawah ke atas menggunakan katrol.

Diduga katrol yang digunakan terlepas, bersamaan dengan alas pijakan yang menjadi tumpuan korban, sehingga korban terhempas ke bawah.

banner 336x280

Seorang petugas keamanan yang berada di lokasi, mengaku membantu proses evakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

“Buruh bangunan terjatuh dari atas. Tewas di tempat. Jatuh telungkup, kaki patah,” katanya.

Saksi lain, seorang juru parkir bernama Wawan, mengungkapkan keterkejutannya saat diminta membantu mengevakuasi korban.

“Tiba-tiba saya dipanggil. Katanya ada orang jatuh. Saya kaget, langsung ke lokasi. Saya sampai tinggalkan kutipan parkir,” ujarnya.

Menurutnya, korban jatuh dalam posisi telungkup, namun tidak banyak mengeluarkan darah.

“Cuma tulang kakinya yang patah. Langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Korban, yang dikenal dengan nama Pak Hasbun, disebut sebagai kepala tukang dan dikenal baik oleh para pekerja dan warga sekitar.

“Orangnya baik dan ramah. Saya sering bertegur sapa dengan dia,” tambah Wawan.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, menyatakan bahwa kasus kecelakaan kerja ini sedang dalam penyelidikan dan kini telah diambil alih oleh Polresta Barelang.

“Saat ini Kasus ini ditangani Polresta,” ungkap Bobby.

Pantauan di lokasi pada Jum’at (20/06/2025) suasana proyek yang sehari sebelumnya aktif, kini tampak lengang.

Garis polisi membentang di sekitar lokasi kejadian. Material bangunan seperti semen, pasir, dan besi cor masih menumpuk, menandai aktivitas proyek yang kini terhenti.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, melalui Kanit Reskrim Polsek Batam Kota membenarkan korban merupakan buruh bangunan asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jenazah korban sempat dibawa ke RS Kasih Sayang Ibu di Batam Kota dan pihak keluarga renca akan memulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Ruko Sedang Bermasalah..!

 

Diketahui hingga kini bangunan ruko yang terbukti melanggar batas garis sempadan dan bermasalah belum juga dibongkar hingga terjadi kecelakaan kerja hingga menewaskan buruh bangunan.

Padahal, pemilik ruko berinisial ES telah mengakui adanya pelanggaran tersebut dan bersedia membongkar bagian bangunan yang melampaui batas sebagaimana tercantum dalam surat pernyataan yang ditandatangani pada 17 April 2025.

Dari pantauan media bahkan saat ini pemilik ruko berinisial ES melanjutkan pembangunan hingga bertingkat,dan IMB yang dikeluarkan oleh pihak dinas BPN (Badan Pertahanan) Kota Batam harus sesuai dalam pembangunan yang dilakukan. tetapi itu semua tidak sesuai pekerjaan pembangunan ruko yang melebihi 1 Meter dan pemilik ruko juga tetap melanjutkan pekerjaan pembangunan ruko 4 lantai yang mana pembangunan ini melebihi 1 Meter.

Hingga kini Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam, Azril Apriansyah terkesan melakukan pembiaran terhadap permasalahan tersebut dan pembongkaran hanya sebatas janji dan janji.

Apakah pihak terkait dengan sengaja melakukan pembiaran terhadam ruko tersebut sehingga timbulnya korban jiwa.?.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *