Karhutla Jadi Perhatian, Kodim 0316/Batam Tingkatkan Patroli di Wilayah Galang

Deteksi dini dan pemantauan aktivitas masyarakat menjadi fokus patroli gabungan di kawasan hutan Rempang Cate.

KODIM 0316/BATAM458 Dilihat
banner 468x60

BATAM — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Kodim 0316/Batam bersama unsur terkait di sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Langkah pencegahan kali ini dilakukan melalui patroli gabungan di kawasan Hutan Kampung Blongking, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Sabtu (29/8/2026).

banner 336x280

Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya titik api sekaligus memantau aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan melibatkan personel Koramil 04/Galang, Ditpam, Satpol PP, unsur pemerintah kecamatan, dan warga.

Kehadiran personel gabungan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., mengatakan pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

Menurut dia, patroli menjadi salah satu langkah preventif untuk mengetahui kondisi kawasan secara langsung, terutama wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.

“Patroli ini merupakan bagian dari upaya pencegahan Karhutla melalui pemantauan langsung di lapangan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi kebakaran,” ujar Yan Eka Putra.

Patroli Menyasar Kawasan Hutan

Dalam pelaksanaan patroli, sebanyak empat personel Koramil 04/Galang diterjunkan. Mereka bergabung dengan enam personel Ditpam, empat personel Satpol PP, satu personel dari unsur kecamatan, serta empat warga.

Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan Hutan Kampung Blongking.

Pengawasan dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi kebakaran, termasuk memastikan tidak ditemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Selain kondisi kawasan, personel juga memperhatikan aktivitas warga yang melakukan kegiatan berkebun di sekitar lokasi.

Pemantauan tersebut penting dilakukan mengingat aktivitas pembukaan maupun pengelolaan lahan harus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan lingkungan.

Masyarakat diimbau tidak menggunakan api untuk membersihkan atau membuka lahan karena api dapat dengan mudah menyebar ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.

Deteksi Dini Jadi Prioritas

Salah satu fokus utama patroli adalah mendeteksi kemungkinan adanya titik api sedini mungkin.

Deteksi dini dinilai penting karena kebakaran hutan dan lahan dapat meluas apabila tidak segera diketahui. Api yang awalnya berada di satu titik dapat menyebar ke area lain, terutama apabila terdapat vegetasi kering dan kondisi cuaca mendukung.

Karena itu, patroli lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap dalam keadaan aman.

Personel juga melakukan komunikasi dengan masyarakat yang ditemui selama kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya Karhutla sekaligus membangun sistem kewaspadaan bersama.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan memiliki posisi penting dalam pencegahan karena dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui apabila muncul asap atau api.

Libatkan Warga dalam Pengawasan

Kolaborasi dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pencegahan Karhutla di wilayah Galang.

Keterlibatan empat warga dalam patroli menunjukkan bahwa upaya menjaga kawasan hutan tidak hanya dilakukan oleh aparat pemerintah dan keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi langsung masyarakat.

Warga diharapkan tidak hanya menjaga aktivitas pribadi agar tidak menimbulkan kebakaran, tetapi juga ikut mengawasi kondisi lingkungan sekitar.

Apabila menemukan kepulan asap, titik api, atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada aparat maupun pihak terkait.

Dengan laporan yang cepat, potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

Tidak Ditemukan Titik Api

Hasil pemantauan selama patroli di Hutan Kampung Blongking menunjukkan kondisi kawasan dalam keadaan aman.

Tidak ditemukan kejadian menonjol maupun titik api selama kegiatan berlangsung.

Patroli kemudian berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dalam kondisi aman dan lancar.

Meskipun tidak ditemukan titik api, kegiatan pemantauan tetap dinilai penting sebagai langkah antisipasi. Pencegahan Karhutla membutuhkan pengawasan yang dilakukan secara konsisten, terutama terhadap kawasan yang memiliki potensi rawan terbakar.

Kodim 0316/Batam bersama unsur terkait juga terus mendorong terbangunnya koordinasi di lapangan agar setiap potensi gangguan dapat segera diketahui.

Cegah Sebelum Api Membesar

Kolonel Yan Eka Putra menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Menurut dia, keberhasilan pencegahan tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga agar kebakaran tidak sampai terjadi.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika melihat tanda-tanda kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin,” katanya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan Karhutla memiliki dampak yang luas. Kebakaran tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, kewaspadaan perlu dibangun mulai dari tingkat masyarakat hingga aparat di lapangan.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Patroli di Hutan Kampung Blongking juga memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga wilayah Batam dari ancaman Karhutla.

Keterlibatan Koramil 04/Galang bersama Ditpam, Satpol PP, unsur kecamatan, dan warga membuat pengawasan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Bagi Kodim 0316/Batam, kegiatan patroli merupakan bagian dari kesiapsiagaan untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus melindungi lingkungan.

Upaya pencegahan akan terus membutuhkan dukungan masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga lingkungan, serta melaporkan potensi kebakaran secara cepat menjadi bagian penting dalam memutus risiko Karhutla sejak dini.

Patroli di kawasan Hutan Kampung Blongking pun menjadi salah satu bentuk nyata dari langkah preventif tersebut.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, potensi Karhutla di wilayah Galang diharapkan dapat ditekan sehingga kawasan hutan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *