BATAM-Peran aparat teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga dengan pendekatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dilaksanakan Babinsa 06 Kelurahan Belian, Koramil 03/Nongsa, di Perumahan Citraland RW 028, Kecamatan Batam Kota, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi warga. Dalam kegiatan itu, Babinsa berinteraksi langsung dengan masyarakat, di antaranya Budi dan Ridwan, dalam suasana santai namun sarat makna.
Babinsa menjelaskan bahwa komsos merupakan sarana penting untuk membangun komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat dideteksi sejak dini, sekaligus dicarikan solusi secara bersama.
“Komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan kebersamaan, setiap potensi gangguan bisa kita antisipasi lebih awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas wilayah. Karena itu, warga didorong untuk terus memperkuat kekompakan dan kepedulian terhadap kondisi sekitar.
Selain aspek keamanan, Babinsa juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Disinformasi bisa menjadi pemicu konflik jika tidak disikapi dengan bijak. Masyarakat harus lebih selektif dalam menerima informasi agar tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya budaya keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya dalam pekerjaan sehari-hari. Menurutnya, kesadaran terhadap risiko kerja masih perlu terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“Setiap pekerjaan memiliki risiko. Oleh karena itu, faktor keselamatan harus menjadi prioritas agar aktivitas dapat berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.
Pengamat sosial perkotaan menilai, kegiatan komsos yang dilakukan Babinsa merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga dinilai mampu membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Selain itu, interaksi langsung seperti ini juga dinilai efektif dalam menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Warga menyambut baik kehadiran Babinsa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan humanis, Babinsa diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan wilayah dari tingkat paling bawah, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan berbagai kepentingan pembangunan daerah.













