Batam-Wilayah pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat pesisir terus diperkuat melalui berbagai kegiatan komunikasi sosial (Komsos), sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah yang dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Babinsa Koramil 05/Belakang Padang, Kodim 0316/Batam, yang bersama aparat pembina potensi maritim (Babinpotmar) melaksanakan komunikasi sosial dengan nelayan pesisir di Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dipimpin Babinsa Kelurahan Pemping, Serda Roni Sitorus, didampingi Babinpotmar Serda Bonito dan KLS Fery. Mereka mengunjungi kediaman salah seorang nelayan pesisir, Amir, di kawasan Kebun Tempang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun koordinasi dengan masyarakat yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Selain memperkenalkan Babinpotmar yang baru bertugas di wilayah tersebut, aparat juga berdialog langsung mengenai berbagai kondisi yang dihadapi nelayan, mulai dari aktivitas melaut hingga pentingnya menjaga keamanan perairan di kawasan pesisir Batam.
Dalam kesempatan itu, Serda Roni Sitorus menegaskan bahwa komunikasi sosial menjadi salah satu metode pembinaan teritorial yang bertujuan membangun kedekatan antara aparat TNI dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui lebih awal sehingga solusi dapat dicari secara bersama-sama.
Ia menilai nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga wilayah perairan Indonesia. Mobilitas mereka yang tinggi di laut membuat para nelayan menjadi mitra strategis dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan laut.
Sementara itu, Babinpotmar Serda Bonito menjelaskan bahwa tugas Babinpotmar pada prinsipnya memiliki kesamaan dengan Babinsa, yakni melakukan pembinaan wilayah. Perbedaannya, Babinpotmar lebih berfokus pada pemberdayaan potensi pertahanan maritim dan pembinaan masyarakat pesisir sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Menurutnya, keberadaan Babinpotmar tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan laut, tetapi juga mencakup komunikasi sosial, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, pembinaan kesehatan masyarakat pesisir, hingga mendukung program ketahanan pangan berbasis sektor kemaritiman.
“Babinpotmar hadir untuk membangun kemitraan dengan masyarakat pesisir. Kami ingin nelayan merasa dekat dengan aparat sehingga setiap persoalan maupun informasi yang berkaitan dengan kondisi laut dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti bersama,” ujarnya dalam dialog bersama nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa dan Babinpotmar juga mengajak para nelayan untuk terus menjaga keselamatan saat melaut serta memperkuat koordinasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah perairan.
Mereka mengimbau agar setiap informasi mengenai kecelakaan laut, cuaca ekstrem, aktivitas ilegal, maupun berbagai kejadian menonjol lainnya segera dilaporkan kepada Babinsa maupun Babinpotmar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di laut.
Selain menjaga keamanan, komunikasi yang dibangun juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional melalui sektor kemaritiman. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan potensi laut secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Bagi masyarakat pesisir seperti di Kelurahan Pemping, keberadaan aparat kewilayahan bukan hanya sebagai unsur pertahanan, tetapi juga menjadi mitra dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan di laut.
Kegiatan komunikasi sosial semacam ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas satuan antara TNI Angkatan Darat melalui Babinsa dan unsur pembinaan potensi maritim. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun sistem pembinaan wilayah yang lebih terpadu, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan dan perekonomian nasional.
Melalui hubungan yang semakin erat antara aparat dan masyarakat, diharapkan budaya saling peduli, gotong royong, serta kewaspadaan terhadap lingkungan dapat terus tumbuh. Dengan demikian, masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaku ekonomi kelautan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Indonesia.
Kegiatan komunikasi sosial yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Pertemuan itu menjadi wujud nyata komitmen Babinsa Koramil 05/Belakang Padang bersama Babinpotmar dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat pesisir demi mendukung keamanan laut, ketahanan maritim, dan kesejahteraan nelayan di Kota Batam.















