BATAM — Babinsa Koramil 05/Belakang Padang terus meningkatkan pemantauan kondisi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah binaannya. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring harga sembako yang dilaksanakan di Pasar Induk Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa 03 Kelurahan Pemping Koramil 05/Belakang Padang, Serda Roni Sitorus, sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus memastikan stabilitas harga pangan di tengah masyarakat tetap terjaga.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Roni Sitorus melakukan komunikasi sosial dengan para pedagang serta berdialog langsung terkait perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi utama masyarakat sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan monitoring tersebut di antaranya Bapak Gino dan Ibu Muri selaku pedagang di Pasar Induk Kecamatan Belakang Padang.
Babinsa Pantau Langsung Stabilitas Harga Pangan
Serda Roni Sitorus mengatakan bahwa pemantauan harga sembako merupakan salah satu tugas rutin Babinsa di wilayah binaan. Selain menjalankan komunikasi sosial dengan masyarakat, Babinsa juga berkewajiban melakukan monitoring terhadap perkembangan harga bahan pokok dan ketersediaan stok pangan.
Menurutnya, hasil monitoring di lapangan nantinya akan dilaporkan kepada komando atas sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Babinsa hadir untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan kondusif, termasuk memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar agar situasi ekonomi masyarakat dapat terus terpantau,” ujarnya di sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Induk Belakang Padang, harga beras relatif stabil. Beras Harum Mas dijual Rp16.000 per kilogram, Beras Gong Gong Rp15.000 per kilogram, dan Beras Batak Raya Rp15.000 per kilogram.
Sementara untuk kebutuhan minyak goreng, harga Minyak Kita tercatat Rp20.000 per liter, sedangkan minyak goreng merek Sanco dan Mitra masing-masing dijual Rp21.000 per liter.
Harga Sayuran Mengalami Kenaikan Signifikan
Dari hasil monitoring yang dilakukan, sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan harga cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Cabai merah misalnya, mengalami kenaikan dari Rp55.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Bawang putih juga naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Selain itu, harga kangkung mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp12.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditas bayam yang naik dari Rp14.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Meski demikian, beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit turun dari Rp65.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, bawang merah turun dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, serta harga daging sapi turun dari Rp135.000 menjadi Rp125.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, ayam potong dijual Rp32.000 per kilogram, ayam kampung Rp55.000 per kilogram, telur Rp58.000 per papan, ikan kakap tompel Rp55.000 per kilogram, ikan giant trevally Rp65.000 per kilogram, dan ikan lele Rp40.000 per kilogram.
Sedangkan harga sayur sawi berada di angka Rp40.000 per kilogram dan kacang panjang Rp35.000 per kilogram.
Kehadiran Babinsa Diharapkan Memberikan Rasa Aman bagi Pedagang dan Masyarakat
Kegiatan monitoring pasar yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari para pedagang maupun masyarakat. Kehadiran aparat teritorial dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana komunikasi antara warga dan aparat kewilayahan.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.
Kegiatan monitoring harga sembako selesai pada pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Situasi pasar terpantau kondusif serta aktivitas jual beli masyarakat berjalan normal.













