Batam- Upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lubuk Baja Kota terus dimatangkan. Babinsa Koramil 01/Lubuk Baja bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak yayasan vihara menggelar sosialisasi dan pertemuan guna membahas rencana pembangunan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) pukul 09.30 WIB itu dilaksanakan di Ruang Pertemuan Tapekong Nagoya, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus mencari solusi terbaik terkait lokasi pembangunan koperasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 01/Lubuk Baja, Ketua Yayasan Vihara, Lurah Lubuk Baja Kota, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, Ketua Koperasi Merah Putih, serta para Ketua RT/RW setempat.
Dalam arahannya, Danramil 01/Lubuk Baja menyampaikan bahwa penetapan lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih telah melalui rapat bersama Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta instansi terkait. Berdasarkan hasil rapat tersebut, lokasi awal direncanakan berada di samping Vihara Nagoya.
Ia menjelaskan bahwa pengukuran lahan telah dilakukan oleh BP Batam beberapa hari sebelumnya. Dari hasil pengukuran tersebut, ditemukan adanya keterkaitan dengan pagar dan sebagian lahan vihara, sehingga diperlukan penyesuaian agar tidak menimbulkan dampak terhadap fasilitas keagamaan tersebut.
“Untuk menghindari potensi permasalahan, kami mengusulkan agar titik lokasi pembangunan digeser ke bagian belakang area. Lokasi tersebut dinilai tetap memenuhi syarat dari sisi panjang dan lebar, sekaligus tidak mengganggu keberadaan vihara,” ujar Danramil dalam forum tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vihara menyampaikan bahwa pada prinsipnya pihaknya mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pihak vihara tetap memiliki keberatan apabila pembangunan dilakukan di lahan yang berdampak langsung terhadap area vihara.
“Kami mendukung program pemerintah. Namun jika lahan yang ditetapkan sebelumnya berdampak pada vihara, tentu kami keberatan. Jika ada penyesuaian lokasi ke bagian belakang, kami tidak mempermasalahkan dan siap mengikuti proses lebih lanjut, termasuk apabila diundang oleh BP Batam,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang menyatakan bahwa warga Lubuk Baja Kota pada umumnya menyambut baik rencana pembangunan koperasi tersebut. Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian warga.
Pertemuan ini mencerminkan adanya sinergi yang baik antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan secara musyawarah. Pendekatan dialogis yang dilakukan diharapkan mampu meminimalisir potensi konflik sekaligus mempercepat realisasi pembangunan.
Kegiatan sosialisasi dan pertemuan tersebut berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Seluruh pihak sepakat untuk terus berkoordinasi guna memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih dapat berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu kepentingan pihak manapun.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan pembangunan Koperasi Merah Putih di Lubuk Baja Kota tidak hanya menjadi simbol penguatan ekonomi rakyat, tetapi juga wujud nyata kebersamaan dalam membangun daerah secara harmonis dan berkelanjutan.













