Batam-Pemerintah Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, bersama unsur TNI, Polri, dan pihak swasta menggelar rapat tim komisi uji kelayakan lingkungan hidup terkait rencana pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut di kawasan perairan Tanjung Bemban, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Café Budak Kampueng Tanjung Bemban ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Sekretaris Lurah Batu Besar, perwakilan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) selaku pelaksana proyek, Babinsa Batu Besar Koramil 03/Nongsa, Bhabinkamtibmas Batu Besar, Ketua LPM, serta para ketua RW dan RT setempat.
Babinsa 02/Kelurahan Batu Besar Koramil 03/Nongsa, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan proyek, terutama proyek strategis yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga dan kelautan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan serta kepentingan masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Babinsa di sela kegiatan.
Dalam pembahasan yang berlangsung selama lebih dari dua jam, pihak PT Jejaring Mitra Persada menjelaskan bahwa proyek jaringan kabel bawah laut ini akan membentang dari Tanjung Bemban, Batam, menuju Tanjung Pakis, Bekasi, dengan panjang mencapai 1.054,78 kilometer. Proyek tersebut dirancang untuk memperkuat sistem komunikasi dan infrastruktur digital nasional, terutama dalam mendukung konektivitas antara wilayah barat dan tengah Indonesia.
Namun, pembangunan infrastruktur strategis di kawasan pesisir itu juga menimbulkan sejumlah perhatian dari masyarakat, terutama kalangan nelayan. Warga meminta agar jalur pemasangan kabel tidak mengganggu aktivitas penangkapan ikan, pelayaran, maupun ekosistem laut di sekitar lokasi.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT JMP memastikan bahwa seluruh kegiatan proyek akan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan keamanan lingkungan. Pihak perusahaan berkomitmen untuk menghindari area sensitif perairan dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta aparat keamanan dalam setiap tahap pengerjaan.
Selain itu, dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Kelurahan Batu Besar dan wilayah Nongsa secara umum.
“Kita mendorong agar pelaksanaan proyek besar seperti ini tidak hanya membawa manfaat bagi infrastruktur nasional, tetapi juga membuka peluang kerja dan pemberdayaan ekonomi bagi warga sekitar,” kata Ketua LPM Batu Besar.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Batu Besar turut menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor selama proyek berlangsung agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Aparat keamanan akan terus memantau dan mendampingi setiap kegiatan pembangunan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Rapat berjalan dengan lancar dan penuh keterbukaan. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan proyek berlangsung.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB itu ditutup dengan kesepahaman bersama: pembangunan jaringan kabel bawah laut harus selaras antara kepentingan teknologi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.













