TNI-PPM-Security Bersatu, Koramil 05/Belakang Padang Gencarkan Patroli Malam di Pulau Terluar Batam

banner 468x60

Batam – Situasi keamanan di wilayah perbatasan tidak bisa ditawar. Kecamatan Belakang Padang, pulau terluar Kota Batam yang berbatasan langsung dengan jalur laut internasional, menjadi salah satu titik rawan yang terus mendapat perhatian aparat keamanan. Pada Minggu malam (29/9/2025), Koramil 05/Belakang Padang Kodim 0316/Batam menggelar patroli gabungan untuk memastikan kondisi Kamtibmas tetap terkendali.

Patroli dimulai pukul 20.00 WIB dengan komposisi personel gabungan: dua prajurit Koramil 05/Belakang Padang, satu anggota Wanra (Perlawanan Rakyat), serta dua petugas security poskamling. Kehadiran unsur non-militer menunjukkan bahwa pengamanan wilayah bukan semata tugas TNI, melainkan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat.

banner 336x280

Rute patroli yang disisir cukup padat dan strategis. Dari Poskamling Pasar Tanjung Sari, personel bergeser ke Dapur Arang dan Pasar Induk Tanjung Sari—dua lokasi yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Patroli kemudian dilanjutkan ke Pelantar 88, salah satu akses laut yang vital, sebelum menyasar pemukiman warga di Kampung Tempang, Kelurahan Tanjung Sari, hingga Kampung Bugis, Kelurahan Sekanak Raya. Semua titik itu dipilih karena rawan perlintasan, peredaran barang, serta aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari.

Danramil 05/Belakang Padang menegaskan, patroli ini bukan hanya rutinitas, tetapi langkah antisipatif untuk mencegah potensi gangguan sejak dini. “Kami memastikan seluruh wilayah binaan tetap dalam keadaan aman dan terkendali. Kehadiran TNI bersama masyarakat adalah pesan jelas bahwa keamanan di perbatasan adalah prioritas,” tegasnya.

Selain menyisir lokasi strategis, personel juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga. Mereka mengingatkan agar masyarakat lebih peka terhadap situasi lingkungan, berani melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan, serta terus menjaga budaya ronda malam. Dialog singkat di poskamling dan pelantar memberi warna berbeda dalam patroli kali ini: warga merasa dihargai, aparat merasa didukung.

Hasilnya, hingga patroli berakhir pada pukul 21.30 WIB, situasi di Kecamatan Belakang Padang dinyatakan aman, tertib, dan tanpa insiden menonjol. Namun, pesan yang tersisa jauh lebih penting: kehadiran aparat negara di tengah masyarakat menutup celah bagi potensi kerawanan.

Belakang Padang bukan hanya sekadar kecamatan pesisir, tetapi garda depan NKRI di jalur perairan internasional. Karena itu, Koramil 05/Belakang Padang menegaskan patroli gabungan akan terus dilaksanakan secara rutin. Sinergi TNI, Wanra, dan komponen masyarakat dinilai sebagai kunci menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang sering disebut sebagai “etalase Batam” tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *