Nabire ( Dk ) – Belum lama ini sempat jadi buah bibir di jagat dunia maya lantaran salah konsumsi berita pasca kematian calon gubernur Papua Tengah Ausilius You yang berpasangan dengan Wempi Wetipo.
Hal itu sebagaimana yang ditulis salah satu blogspot dengan link https://www.wipanews.com/regional/148658585/kuasa-hukum-minta-yecky-degei-memohon-maaf-atas-tuduhan setelah berita di Tribunnews dengan link https://papua.tribunnews.com/2024/10/18/nama-isaias-douw-masuk-radar-koalisi-jww-ayo-calon-wakil-gubernur-pilihan-rakyat-papua-tengah
Berita di Tribunnews tersebut menimbulkan banyak asumsi sebab baru saja Ausilius You meninggal dunia di RSCM Jakarta dan itu wajar saja mereka bisa beranggapan bahwa kenapa secepat itu tim Koalisi Partai JWW-AYO hendak mencari pengganti mantan Assisten I Setda Provinsi Papua Tengah itu.
Jecky Degei, salah satu tokoh pemuda Papua Tengah menjadi sasaran para anggota dari sejumlah group WhatsApp, sebab dianggap ia memproduksi hoax, padahal sejumlah argumen itu muncul lantaran berita di Tribunnews tersebut.
Untuk itu Jecky Degei secara dewasa ia mengklarifikasi bahwa awalnya berita nama Isaias Douw masuk radar JWW AYO calon gubernur Papua pilihan rakyat Papua Tengah yang dibagikan salah satu anggota group WhatsApp di group Informasi Gubernur Papua Tengah 2024.
“San saya share dua grup yang berbeda yakni group suku Mee 2023 dan group Meemana Meuwoo,” kata Jecky Degei, Minggu, 20/10/2024).
Ia menjelaskan, selanjutnya anggota group WhatsApp tanggapi bahwa link berita itu justru memprovokasi lantaran sedang duka cita, sehingga berujung harus dituntut hukum kata nama akun WhatsApp (Jefri).
Tidak lama lagi ada tulisan lain yang muncul di group seperti (Kami keluarga besar yatamo atau keluarga dari Ayo sampaikan bahwa kami sementara ini sedang duka kami belum pemakaman kami mohon stop promosi promosi mantan mantan bupati yang mau gandeng JWW kami minta stop karena kami lagi duka soal penentuan panganti pasangan dengan bapak YWW itu keputusan Bapak YWW dan keluarga Almarhum AYO ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜).
Menurut dia, tulisan tersebut itu diteruskan oleh BP di group suku Mee 2023.
“Ternyata saya share berita terkait Isaias Douw dan lainnya itu karena orang lain viralkan banyak group di setiap group WA se Papua Tengah,” katanya.
Atas tuduhan yang ditulis https://www.wipanews.com justru menyudutkan dirinya tanpa menelusuri jejak yang sebenarnya.
“Saya merasa kecewa dan terancam karena namaku disebut tuduhan fitnah. Jika dilihat dari bukti percakapan di group WA, maka saya bukan fitnah tapi saya hanya share berita yang diviralkan sebelumnya oleh anggota group ke group lain,” kata Yecki. ( Team )













