Batam(Dk) – Kepri.Semakin Dekat Pemilukada Serentak semakin intens para kandidat dan Timses tebar pesona saat ini, untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Begitulah Kondisi yang terjadi di Pemilukada untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur kepri, konon katanya akan ada 3 pasang yaitu Petahana Anshar Akhmad,Rudi walikota Batam dan Yan Fitri Kapolda Kepri yang di gadang – kadang-kadang kan akan maju pada perhelatan pilkada nanti.
Jika terjadi 3 pasang calon, dapat berpeluang akan terjadi 2 putaran pilkada Gubernur kepri, jika salah memilih pasangan.
Tentunya saat ini siapakah yang akan menjadi pasangan masing-masing kandidat nantinya, mengingat masing-masing kandidat memiliki basis massa di setiap wilayah tidak sama.
Seperti Gubernur Anshar Akhmad, untuk Kabupaten / Kota ( 6 ) selesai kota Batam, kekuatan dukungan tidak perlu di ragukan lagi, tetapi untuk kota Batam, Anshar Akhmad agak sulit untuk menguasai Kota Batam, karena kandidat Rudi sebagai walikota Batam 2 periode sangat kuat menguasai sistem.
Namun untuk kabupaten / Kota lain selain Batam Rudi perlu maksimal lagi bekerja, mengingat selama ini dia hanya fokus di Batam.
Jika Yan Fitri memang akan bertarung pada pilkada Gubernur kepri,maka baik suara Anshar Akhmad maupun suara Rudi nanti akan tergerus dengan adanya Yan Fitri, sebab dengan posisi beliau sebagai Kapolda Kepri, masyarakat mulai mengenal beliau, apalagi beliau putra daerah Kepri yaitu lahir di tanjung pinang.
Lantas siapakah yang pantas mendampingi mereka untuk menambah mendulang suara, agar dapat memenangkan pertandingan, yang bisa terjadi 2 putaran.
Konon katanya untuk pasangan Anshar Akhmad yaitu bupati Karimun saat ini Aunur Rafik, jika ini terjadi maka peluang untuk menang hanya 50%, sebab baik Anshar Akhmad maupun Rafiq tidak memiliki basis massa di kota Batam, sedangkan kota Batam Lumbung suara mencapai 60%.
Lantas siapakah yang akan mendampingi Rudi,ini pertanyaan bagi kita semua, apakah berasal dari Batam atau dari kabupaten/ Kota yang lain, jika dari Batam maka akan sedikit dapat meraup suara dari daerah lain, tentu Rudi akan memilih pasangan bukan dari Kota Batam, karena Batam sudah dia kuasai,perlu tambahan suara dari daerah lain, agar peluang menang semakin besar.
Kemudian Yan Fitri siapakah yang pantas mendampingi agar mendapatkan suara yang dihasilkan maksimal,tentu yang pasti harus dari Batam, karena beliau lahir di tanjung pinang, sehingga untuk tanjung pinang tentu bisa di atasi, beliau memerlukan pendamping dari Batam sehingga suara bisa terpecah.
Lantas siapakah calon Wakil Gubernur yang potensial untuk Pasangan Anshar Akhmad, Rudi dan Yan Fitri, sebab Pasangan yang pas dapat memenangkan satu putaran.
Untuk Anshar Akhmad, jika mengambil pasangan Rafik peluang menang hanya 50%, tetapi jika mengambil Endifat dari Gerindra atau Suryani dari PKS , peluang untuk menang lebih besar, karena baik Endifat maupun Suryani dapat mendulang suara dari kota Batam.
Sedangkan Untuk Rudi, jika bisa berpasangan dengan Darma anggota DPD RI yang terpilih, Endifat anggota DPR RI yang terpilih dan Suryani yang pernah berpasangan dengan Isdianto pada saat dulu mengalahkan suara Anshar dan marlin di kota Batam,peluang menang satu putaran terbuka lebar.
Sedangkan Yan Fitri jika berpasangan dengan Endifat atau Suryani maka peluang menang tetap terbuka, tetapi jika salah satu dari 3 pasang bergabung akhirnya menjadi 2 pasang yaitu Anshar Akhmad berpasangan dengan Endifat Wijaya sedangkan Yan Fitri bergabung dengan Rudi maka dapat di pastikan pertarungan akan alot siapa yang menang pasti tipis, tetapi jika yan Fitri berpasangan dengan Rudi siapa calon gubernurnya?, apakah Rudi mau Wakil yan Fitri atau yan Fitri mau Wakil Rudi.
Tingkat kesulitan memang untuk yan Fitri, mengingat beliau bukan orang partai, sedangkan Rudi dan Anshar memiliki partai.
Kekuatan partai di tingkat provinsi Kepulauan Riau hasil pemilu 2024, dimana ada 2 partai yang tidak perlu koalisi dapat mencalonkan satu paket yaitu partai Golkar dan Gerindra.
Partai Golkar dapat di pastikan mendukung Anshar Akhmad, sedangkan Nasdem pasti mendukung Rudi, tinggal Partai yang lain bergabung karena Nasdem tidak cukup 20%, jika Yan Fitri bisa mendapatkan dukungan dari partai Gerindra maka kekuatan politik akan seimbang, apalagi jika Gerindra memasangkan Yan Fitri dengan Endifat Wijaya,maka pertarungan akan semakin seru, dengan simulasi pasangan Anshar Akhmad dengan Rafiq, Rudi dengan Suryani dan Yan Fitri dengan Endifat Wijaya, siapapun pemenangnya akan menang tipis, berpeluang 2 putaran.(Red)










