Batam –DK] PT Pegadaian Area Batam kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyelenggaraan khitanan massal gratis yang diikuti 100 peserta. Kegiatan yang digelar di PIH Batam, Minggu (5/7/2026), menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Bahkan, kuota peserta yang disediakan langsung terpenuhi hanya dalam waktu satu hari setelah pendaftaran dibuka. Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa program sosial yang digagas Pegadaian masih sangat dibutuhkan dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat Kota Batam.
Kepala Departemen Non Gadai Pegadaian Area Batam, Ngadiman, mengatakan kegiatan khitanan massal merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sengaja dijadwalkan bertepatan dengan masa libur sekolah agar para peserta dapat menjalani proses khitan tanpa mengganggu aktivitas belajar ketika tahun ajaran baru dimulai.
“Pelaksanaan khitanan massal sengaja kami jadwalkan bertepatan dengan masa libur sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar anak-anak. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa. Baru sehari pendaftaran dibuka, kuota 100 peserta langsung penuh,” ujar Ngadiman.
Ia mengungkapkan tingginya animo masyarakat membuat Pegadaian belum mampu mengakomodasi seluruh calon peserta yang ingin mengikuti program tersebut. Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan pada pelaksanaan kali ini.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang belum bisa terlayani. Semoga pada kesempatan berikutnya kami dapat menjangkau lebih banyak peserta,” katanya.
Ngadiman menjelaskan, program khitanan massal tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Pegadaian dengan masyarakat. Menurutnya, perusahaan ingin terus hadir melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
“Kami berharap anak-anak yang mengikuti khitanan ini dapat tumbuh sehat, sementara Pegadaian semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat,” tuturnya.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat umum dengan rentang usia peserta mulai dari dua tahun hingga 18 tahun. Menariknya, pada pelaksanaan kali ini terdapat peserta berusia 18 tahun yang turut memanfaatkan layanan khitan gratis tersebut.
Selain menghadirkan layanan kesehatan, Pegadaian juga memperkenalkan berbagai inovasi layanan digital kepada masyarakat. Salah satunya melalui aplikasi Tring yang memungkinkan nasabah memperoleh informasi produk Pegadaian sekaligus melakukan berbagai transaksi secara praktis melalui telepon genggam tanpa harus datang ke kantor.
“Dengan aplikasi Tring, masyarakat bisa memperoleh informasi produk Pegadaian dan melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor. Kami ingin memberikan layanan yang semakin mudah, cepat, dan praktis,” jelas Ngadiman.
Sementara itu, salah seorang peserta mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Pegadaian. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pada masa libur sekolah menjadi waktu yang sangat tepat karena anak-anak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan menjalani proses pemulihan.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selain gratis, pelaksanaannya saat libur sekolah sangat membantu orang tua. Terima kasih kepada Pegadaian yang telah peduli kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, PT Pegadaian Area Batam berharap dapat terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan keuangan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.













