Batam- Peran aktif aparat teritorial dalam mendukung program prioritas pemerintah kembali ditunjukkan melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat. Babinsa 16 Kibing Koramil 02/Sekupang, Sertu Marzen Tanjung, melaksanakan komsos bersama warga di RT 01/RW 20 Perumahan Tembesi Raya, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan itu sejumlah warga, di antaranya Bapak Heri, Bapak Samsudin, dan Bapak Malik, yang aktif berdiskusi mengenai berbagai program pembangunan di lingkungan mereka.
Dalam dialog tersebut, Babinsa menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program KDKM (Ketahanan Desa/Kelurahan Mandiri) yang menjadi salah satu fokus pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan UMKM serta mendukung sektor pertanian agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran KDKM di setiap desa dan kelurahan diharapkan mampu menjadi pusat kemandirian pangan sekaligus penggerak ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, program ini diyakini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Semakin kuat kebersamaan yang terjalin, maka semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.
Babinsa juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pembangunan. Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik di tingkat bawah.
Selain itu, warga juga diajak untuk terus menjaga semangat gotong royong serta memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing sebagai modal utama dalam membangun kemandirian ekonomi.
Kegiatan komsos ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memantau kondisi wilayah binaan secara langsung. Dengan demikian, setiap potensi permasalahan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Diharapkan, melalui upaya ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan dan penguatan ekonomi berbasis komunitas semakin meningkat, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan.













