Detikinewsinfo.com] Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) menggelar Pelatihan Patroli Hutan Berbasis Sistem SMART Patrol bagi para petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harper Premiere Nagoya, Batam, pada 13–14 Oktober 2025.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas petugas kehutanan dan masyarakat dalam melaksanakan patroli hutan secara lebih efektif, efisien, dan berbasis data. Sistem SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) merupakan perangkat digital yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengawasan hutan melalui pencatatan, dokumentasi, pemantauan, serta analisis hasil patroli secara sistematis dan terintegrasi.
Kepala DLHK Provinsi Kepulauan Riau, Hendri, S.T., menegaskan bahwa penerapan SMART Patrol merupakan langkah penting dalam memperkuat perlindungan kawasan hutan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Sistem SMART adalah tools pendukung kegiatan patroli hutan yang lebih efisien dalam pencatatan, dokumentasi, pencegahan, dan monitoring. Sistem ini tidak hanya memperkuat pengawasan kawasan hutan, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pencegahan perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca,” ujar Hendri dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan misi kelima Gubernur Kepulauan Riau dalam RPJMD, yaitu mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau berbasis sumber daya alam yang lestari.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan DLHK, KPH, dan MMP dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis dari sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Anna Rosa Manalu selaku Kepala Bidang Konservasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Penegakan Hukum DLHK Kepri; Fatkur Rozi Sulistiyo, S.Si. dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Batam; serta Edward E. Rumapea, Koordinator SMART Patrol dari Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS–IP).
Direktur Eksekutif PETAI, Masrizal Saraan, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat kapasitas para pelaksana patroli hutan di Kepulauan Riau dan wilayah lain di Sumatera. Ia menilai penerapan sistem SMART Patrol merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pengelolaan hutan berbasis bukti lapangan.
“PETAI berkomitmen mendukung penerapan sistem SMART Patrol di tingkat tapak sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan hutan berbasis data dan kolaborasi. Kami ingin memastikan bahwa Polhut dan petugas lapangan tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga memahami pentingnya data dalam pengambilan keputusan untuk perlindungan hutan yang berkelanjutan,” jelas Masrizal.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari kontribusi PETAI dalam mendukung agenda nasional FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan penurunan emisi karbon dari sektor kehutanan dan lahan secara signifikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil, diharapkan pengelolaan hutan di Kepulauan Riau dapat semakin kuat dan berdaya tahan terhadap tekanan eksploitasi dan perubahan iklim.
Dengan penerapan sistem SMART Patrol, DLHK Kepri berharap kegiatan patroli hutan ke depan tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga berbasis data yang akurat, sehingga kebijakan perlindungan hutan di wilayah kepulauan dapat lebih terarah dan berdampak nyata bagi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.













