ANAMBAS [DK] Kabupaten Kepulauan Anambas mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas sektor minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong akselerasi ekonomi di daerah kepulauan tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah itu menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau.
“Berdasarkan data yang kami himpun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2025 memang menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Cahyadi, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya produksi pada sektor pertambangan minyak dan gas, terutama dengan mulai beroperasinya ladang migas baru di wilayah tersebut.
“Salah satu pendorong utama adalah beroperasinya ladang migas Forel dan Terubuk yang meningkatkan produksi minyak bumi dan gas alam di wilayah Kepulauan Anambas,” ujarnya.
Secara statistik, pertumbuhan ekonomi Anambas pada triwulan IV tahun 2025 tercatat mencapai 17,36 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 15,54 persen.
Cahyadi menjelaskan, angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang cukup kuat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Angka ini menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami akselerasi yang cukup signifikan,” katanya.
Meski demikian, BPS berharap pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut dapat diimbangi dengan penguatan sektor ekonomi lainnya agar pertumbuhan yang terjadi dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain sektor migas, pemerintah daerah juga diharapkan terus mendorong pengembangan sektor potensial lainnya, seperti kelautan dan perikanan, pariwisata, serta sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Berdasarkan data BPS, sepanjang tahun 2025 sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat pertumbuhan hingga 19,04 persen. Angka ini menjadikan sektor tersebut sebagai salah satu motor utama penggerak perekonomian daerah.
Capaian tersebut juga menempatkan Anambas di posisi teratas dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa daerah lain yang mencatat pertumbuhan ekonomi di antaranya Kabupaten Natuna sebesar 10,49 persen, Kota Batam 6,76 persen, Kabupaten Bintan 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, dan Kota Tanjungpinang 3,31 persen.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam mendorong pemanfaatan potensi daerah secara optimal.
“Capaian ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Anambas yang terus bekerja keras dan bersinergi membangun daerah,” kata Aneng melalui pesan singkat.
Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terus mendorong penguatan sektor-sektor unggulan daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Beberapa sektor yang menjadi fokus pengembangan antara lain kelautan dan perikanan, pariwisata, serta peningkatan peluang investasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurut Aneng, daerah kepulauan tersebut memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Anambas memiliki potensi besar yang akan terus kami optimalkan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Kepulauan Anambas dinilai menunjukkan bahwa daerah kepulauan di wilayah terluar sekalipun memiliki peluang besar untuk berkembang pesat.
Pertumbuhan tersebut juga membuka peluang baru bagi pengembangan investasi dan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia.













